- Sheila (Adik)
- Kakak
- Ibu
- Ayah
Ibu : "Sheila.. Kakak.. Ayo cepat sarapan dulu.." (Memanggil keduanya yang sedang mempersiapkan diri di lantai atas)
Kakak & Sheila : "Iya bu, sebentar.." (serentak dengan berlari-lari di tangga)
Kakak : "Sarapan sama apa bu?"
Ibu : "Tuh, ada sayur"
Kakak : "Oohh.." (sambil pergi ke dapur)
Sheila : "Ah, bu, Sheila ga mau sayur.."
Ibu : "Terus Sheila maunya apa?"
Sheila : "Sheila maunya nasi goreng.."
Kakak : "Ah.. ribet banget sih, makan aja yang ada, ga akan keburu kalo masak dulu nasi goreng, Kakak nanti bisa telat!"
Sheila : "Ya, biarin orang Sheila mau berangkat sama Ayah.. wee.." (sambil menjulurkan lidahnya)
Kakak : "Huuuhh, dasar manja!"
Sheila : "Ya, biarin.."
Ibu : "Udah, udah.. kakak biarin aja namanya juga anak kecil, Ya.. nanti ibu bikinin nasi gorengnya, buku-bukunya udah siap belum?"
Sheila : "Udah bu"
Kakak : "Bu, kakak udah makan nya, kakak mau berangkat dulu.!"
Ibu : "Oh iya... Ini bekelnya!" (sambil memberikan uang)
Kakak : "Oh, iya, lupa Bu! (menerima uang dari Ibu) Kakak berangkat dulu, Assalamu'alaikum!"
Ibu : "Wa'alaikumsalam!"
Ibu pun pergi ke dapur untuk memasak nasi goreng.. Saat memasak..
Sheila : "Bu, kok tadi bekel kakak lebih banyak dari Sheila sih?"
Ibu : "Kenapa Sheila, bekelnya mau sama dengan kakak?"
Sheila : "Iya, Bu!"
Ibu : "Ya sudah, tapi mulai besok ya!"
Sheila : "Iya, Bu!" (dengan senang)
Saat pulang sekolah, Sheila pulang bersama dengan kakaknya, selain karena sekolah kakak dan adik itu dekat, sang kakak juga kebetulan pulang cepat..
Kakak&Sheila : "Assalamu'alaikum!"
Ibu : "Eh, udah pada pulang, tumben pulangnya bareng"
Kakak dan Sheila langsung membuka sepatu..
Kakak : "Iya bu, tadi kakak pulang nya lebih awal, soalnya gurunya mau rapat, waktu di jalan ketemu sama Sheila.."
Ibu : "Oohh.. ya sudah sana cepat ganti baju"
Kakak : "Iya bu!" (menyimpan sepatu ke dalam rak)
Sheila : "Bu, Sheila juga mau ganti baju ya!"
Ibu : "Iya.."
Sheila : (Berlari ke kamar)
Ibu : "Eit..eit.. Sheila!" (memanggil Sheila kembali)
Sheila : (menghentikan lariannya) "Apa Bu?"
Ibu : "Sheila tadi pagi bilang mau bkelnya sama kaya kakak ya?"
Sheila : "Iya Bu!" (dengan semangat berharap diberi uang jajan tambahan)
Ibu : "Kalo mau sama kaya kakak, yang lainnya juga harus sama kaya kakak.."
Sheila : (menatap kebingungan)
Ibu : "Masih belum ngerti? kalo bkelnya mau sama, kebiasaan kamu juga harus seperti kakak, misalnya menggantung baju setelah memakainya, menyuci seragam sekolah dan sepatu sendiri, termasuk meyimpan sepatu yang sudah dipakai di dalam rak.."
Sheila : "Hah? kenapa harus begitu? Sheila kan masih kecil.."
Ibu : "Katanya kan mau sama seperti kakak.."
Sheila : "Iya deh.."
Dengan wajah yang cemberut Sheila pun menyimpannya ke dalam rak..
Malam pun tiba, saat makan malam bersama Sheila tampak terus cemberut..
Ayah : "Sheila kenapa? kok cemberut terus?"
Sheila : "Ga kenapa - napa kok yah.." (dengan nada pelan)
Ayah : "Terus kenapa cemberut gitu?"
Kakak : "Tau, manja aja kali!"
Ibu : "Itu, katanya Sheila bekelnya mau sama kaya kakak"
Ayah : "Ooohh.. Sheila bekelanya mau disamain sama kakak..."
Sheila : "Iya yah, boleh kan?"
Ayah : "ya jelas boleh lah, tapi... kebiasaan kamu juga harus disamain?"
Sheila : "kenapa sih, harus gitu? Ibu juga tadi bilangnya begitu.."
Ayah : "Ya jelas lah.. Kakak mu itu sudah besar, sudah mandiri, lebih sibuk juga pantas lah di beri bekel lebih banyak,"
Kakak : "Iya tuuhh.. kakak itu kalo ada uang sisa suka ditabung, coba kamu, pasti abis sehari juga.."
Ibu : "Tuh, dengar apa kata ayah sama kakak.. Jadi maunya gimana? Mau disamain bekelnya atau ga?"
Sheila : "Ga jadi deh bu.. Sheila ga bisa nurutin kebiasaan kakak.."
Ibu : "Nahh.. sekarang Sheila ngerti kan kenapa kakak bekelnya lebih banyak dari Sheila?"
Sheila : "Iya bu, Sheila ngerti.." (dengan nada pelan)
Akhirnya Sheila menyadari bahwa dirinya itu tidak boleh iri, uang jajan Kakaknya lebih besar itu karena kakaknya lebih mandiri daripada Sheila, Ia pun tidak lagi meminta uang jajannya agar sama dengan kakaknya...
By. Regiana Dewi







